niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Cover Buku Juga Ikut Menjual?

with 6 comments

 

desain cover jurnal internist yang rencananya digunakan oleh salah satu rumah sakit di Malang, Jawa Timur. Sayangnya, karena kesibukkan para dokter penulisnya jurnal ini belum sempat terbit.

Rancangan cover jurnal internist yang rencananya digunakan oleh salah satu rumah sakit di Malang, JaTim. Sayangnya, karena kesibukkan dokter penulisnya jurnal ini belum sempat terbit.

 
Dalam konteks seseorang memutuskan membeli buku, barangkali tidak berlaku lagi idiom Don’t judge the book by its cover🙂. Begitukah? 

 

 

The first impression means everything! Demikianlah kurang lebih pesan yang ingin disampaikan oleh cover buku sebagai sebuah kemasan (packaging). Tampilan luar akan memberikan kesan pertama yang ikut menentukan penilaian dan keputusan selanjutnya.

“Ibarat wajah, tampilan luar packaging harus memiliki kekuatan untuk membujuk. Dan, packaging bisa dianggap sebagai silence sales person, karena merupakan faktor terakhir dari sebuah produk yang bisa memengaruhi keputusan seseorang, apakah ia akan membeli produk tersebut atau tidak,” demikian papar Mendiola B. Wiryawan* dalam Concept Volume 03 Edisi 18 2007.

Packaging juga merupakan sarana untuk beriklan dan mengiklankan dirinya. Ada kandungan informasi atau pesan di bungkus produk, yang diharapkan mampu memancing atau membujuk yang melihat agar tertarik dengan produk/isi di dalamnya,” tambah Didit Widiatmoko* juga dalam Concept Volume 03 Edisi 18 2007.

Sebuah kemasan adalah bagian dari produk yang diam-diam mampu memancing, membujuk, dan memengaruhi seseorang untuk membeli. Dengan demikian, peranan cover buku sebagai sebuah kemasan sangatlah penting. Sedemikian pentingnya sehingga beberapa penerbit tidak main-main dalam membuat desain cover buku. Bisa dikatakan cover buku menjadi pintu utama bagi calon pembeli untuk melihat lebih lanjut isi dari sebuah buku. Cover buku telah menjadi etalase bagi para calon pembelinya.

Bermula dari fungsinya yang hanya sebatas pelindung isi naskah dan lembaran-lembaran kertas yang telah disatukan, kini buku telah menjadi sebuah komoditas, maka penyajian cover buku juga berubah. Nilai keindahan dan kemampuan menjual sebuah cover wajib menjadi perhatian utama penerbit. Dalam persaingan bisnis, setiap pelakunya berusaha untuk memasarkan produknya agar konsumen berminat melihat dan kemudian membelinya. Strategi ini sangat penting bagi penerbit sehingga mereka harus mendesain cover buku dengan baik.

Priyanto Sunarto, pengajar senior Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Bandung, menuturkan dalam Kompas bahwa tuntutan akan tampilan cover buku yang lebih baik, selain disebabkan oleh persaingan pasar dan perkembangan teknologi komputer, juga dapat dimungkinkan oleh pengalaman visual yang semakin baik dari masyarakat. Ia melihat masyarakat saat ini dapat membedakan desain cover buku yang modern dan yang sudah ketinggalan zaman.

Bahkan jangan heran bila ada orang membeli buku bukan karena isinya, tetapi semata hanya karena tampilan dan penyajian covernya yang menarik, terutama bagi mereka yang sangat apresiatif terhadap karya seni. Tidak disangkal bahwa cover buku ikut berperan dalam memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli sebuah buku atau tidak.

Written by Asmaradi, A.W.

February 20, 2009 at 11:27 am

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. tapi jangan sampai cuma bagus di covernya saja, sementara isinya sedikit dikesampingkan… kan beli buku untuk dibaca. blognya dah ku link di blog-ku… gantian link balik blog-ku dong… makasih…

    isdiyanto

    February 28, 2009 at 2:19 pm

  2. Saya setuju banget…

    Sebuah buku yang isinya bagus BERHAK untuk mendapatkan packaging (desain cover) yang bagus pula.
    Sering saya ragu-ragu membeli buku yang sinopsis-nya menarik gara-gara penampilan cover-nya meragukan.
    Tidak jarang pula saya “tertipu” oleh kemasan luar si buku…tergoda dengan tampilannya yang menarik hati, tapi setelah dibeli dan dibaca…
    Yah..kecewaaaaaa..hahaha…

    Wah, saya jadi kecanduan main-main ke blog anda.

    DayDreamer

    February 28, 2009 at 5:58 pm

  3. Wah satu lagi saya menemukan blog yang spesifik seperti blog Anda….. hm… tentang cover buku ya… menarik juga. Saya dulu sering membuatkan cover buat buku dari dosen saya. Memang membuat cover tidak semudah karena cover ini mencerminkan isi yang akan dibaca oleh pembacanya… saya sering mengedit ulang cover yang saya buat agar nantinya bisa ‘MENJUAL’ dari isi buku tersebut… Salam kenal…Terus berkarya…..

    Aditya

    June 21, 2009 at 5:50 pm

  4. sepakat, sampul buku (semestinya) ikut menjual.

    buat saya, sampul buku yang bagus harus bisa langsung (tanpa diubah lagi) dijadikan semacam POSTER: iklan tentang kesatuan pesan yang disampaikan penulis dalam isi buku. begitulah cara saya mendesain sampul😉

    dz.

    March 31, 2010 at 2:41 pm

  5. […] to read LEARN! « Berpikir Kritis Sampul Buku Maret 31, 2010 Sampul buku yang bagus, bagi saya, harus bisa langsung (tanpa diubah lagi) dijadikan semacam POSTER: iklan tentang […]

  6. […] Sampul buku yang bagus itu, bagi saya, harus bisa langsung (tanpa diubah lagi) dijadikan semacam POSTER: iklan tentang kesatuan pesan yang disampaikan penulis dalam isi bukunya. Begitulah cara saya mendesain sampul. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: