niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Kisah di Balik Buku Kretek

with 3 comments

Saya memang belum membaca bukunya, tetapi membaca sekelumit latar belakangnya saja sudah memberikan rasa kagum. Bagaimana tidak, walaupun Mark Hanusz adalah seorang warga Amerika Serikat tetapi totalitasnya untuk membuat buku tentang rokok kretek yang merupakan kekayaan lokal Indonesia, sangatlah luar biasa. Sudah bisa ditebak bahwa buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes adalah buku yang berkualitas baik substansi maupun desainnya.
Rasanya tidak berlebihan bila saya membagikan rasa kagum ini pada orang lain melalui cuplikan aritkel yang ditulis oleh BI Purwanti, litbang Harian Kompas. Mudah-mudahan bermanfaat.

Dari saham ke buku

Awalnya adalah tahun 1998, ketika Indonesia dihantam krisis ekonomi. Saat itu Mark Hanusz telah bekerja di Swiss Bank Corporation (SBC) selama tujuh tahun dan dua tahun ditugaskan di Jakarta menangani penjualan saham. Krisis mengakibatkan perdagangan saham sepi, tak ada orang mau menjual atau membeli saham. Alih-alih kembali ke tanah airnya, Mark Hanusz memutuskan tetap tinggal di Indonesia. Ia pun lalu melakukan riset tentang keretek dan menuliskannya dalam bentuk buku.

Kenapa Kretek

“Sudah sejak lama saya ingin sekali menulis buku. Saya kira itu keinginan semua orang. It’s human nature,” ceritanya. Ia pun memulai riset tentang rokok keretek yang membawanya ke berbagai tempat di Indonesia bahkan hingga ke Belanda, terutama Tropen Museum di Amsterdam dan Leiden. “Waktu itu banyak bisnis mati di sini, tetapi industri rokok tidak. Ia justru paling laku. Dan keretek itu tidak ada di AS, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia,” papar laki-laki kelahiran 26 Juli 1976 ini.

Totality or Crazy?

Totalitas menulis buku dibuktikan Mark Hanusz dengan bekerja full-time dari pagi hingga malam sejak konsep hingga akhir penulisan selama 18 bulan. Ia mendatangi keluarga Nitisemito, pelopor industri rokok keretek Indonesia, untuk menuliskan sejarah awal produksi massal keretek di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkeliling ke 60 perusahaan rokok yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta pergi ke Sulawesi untuk meneliti cengkeh yang digunakan di dalam produksi keretek. “Saya pegang semua pekerjaan saat itu, wawancara, mencari foto-foto, menulis, mengedit, dan membiayai semua proses hingga penerbitan. Tidak ada sponsor, tidak ada penerbit. I was crazy at that time,” urainya lagi.

Cikal Bakal Equinox Publishing

Penerbitan buku tentang keretek itulah yang menjadi awal mula berdirinya Equinox Publishing. Buku berjudul Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes diluncurkan pada 21 Maret 2000 di Jakarta yang dimeriahkan dengan peragaan pembuatan rokok kelobot, rokok dengan pembungkus daun jagung, dan sekaligus sebagai pengumuman tidak resmi tentang Equinox. “Sebetulnya saya tidak pandai menulis. Ada dua buku lagi yang saya tulis bersama teman setelah Kretek, tetapi tidak sebagus Kretek. Namun, saya kira saya lebih pandai mengelola bisnis buku daripada menulis buku,” jelas Mark Hanusz dengan lugas.
(Sumber foto: Equinox Publshing. Sumber artikel: Harian Kompas).

Saya tidak tahu pasti, tetapi kata orang banyak kekayaan lokal Indonesia yang pada akhirnya menjadi hak milik bangsa lain, hanya karena Indonesia kurang peduli dan tidak segera mematenkannya. Melalui buku tentang kretek yang ditulis Mark Hanusz, dunia tahu bahwa rokok kretek adalah asli rokoknya Indonesia. Mudah-mudahan, karena seluruh buku yang diterbitkan oleh Equinox Publishing dipasarkan secara internasional melalui distributor dunia dan institusi akademik.

Bila setelah membaca sedikit posting di atas, tiba-tiba Anda mempunyai sebuah ide, gagasan, atau bahkan sekadar pendapat, jangan segan untuk meninggalkan jejak komentar dalam blog sederhana ini. Selamat berbagi.

Written by Asmaradi, A.W.

June 2, 2008 at 12:51 pm

Posted in Buku

Tagged with , , , ,

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. terus terang saya belum beli bukunya.tapi salut atas pribadi penulis yang peduli dengan karya bangsa indonesia, terutama masalah kretek. bagaimanapun gencarnya pelarangan merokok di indonesia, industri kretek tidak akan serta merta musnah. mengapa? saya tidak tahu…. apakah dalam buku ini ada jawaban-jawaban atas beberapa fenomena unik dalam kretek?
    trim.

    Yuda

    April 21, 2009 at 4:27 pm

  2. beli dimana ya ? apa di toko buku masih ada berhubung sudah 13 taun lewat ? saya butuh buku ini untuk tema tugas akhir saya

    dyanianjani

    March 9, 2013 at 3:19 pm

    • Masih ada kok di berbagai toko buku premium. Atau kalau ogah repot keliling, sudah coba online shopping?

      csukaryo

      December 31, 2013 at 9:23 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: