niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Desain Sampul CD FunkdeJava

with 11 comments

Suatu malam, seorang teman lama berkunjung ke rumah dengan sedikit tergesa-gesa. Setelah berbasa-basi saling menanyakan kabar masing-masing, kemudian teman ini mengutarakan maksud dan tujuannya. Grup band dibawah manajemennya dalam waktu dekat akan merilis album yang pertama. Seperti kebanyakan band baru, mereka pun menyajikan musik dengan nuansa progresif. Ada unsur Pop, ada Reggae, maupun warna ,usik yang lain tetapi tetap didominasi oleh Rock. Uniknya, sembilan puluh persen lirik lagu-lagunya, ditulis menggunakan bahasa Jawa. Suatu hal yang cukup berani, menarik dan pantas untuk mendapatkan dukungan terutama di saat band-band lain mulai menulis liriknya dalam bahasa Inggris. Singkat kata teman lama ini mempercayakan desain sampul dan label Cdnya pada Niappa. Ada tiga hal yang menjadi alasan bagi kami berdua untuk segera berjabat tangan tanda dimulainya sebuah kerja sama. Pertama, karena dia adalah teman dekat dan lama sejak kami masih berseragam putih biru. Kedua, karena Niappa mengenal dua personil band ini ketika mereka tidak lebih tinggi dari sebuah gitar. Ketiga, karena ini pekerjaan yang menyenangkan selain merepotkan pastinya🙂.

Mulai Mengumpulkan Data

Malam itu juga, kami segera meluncur ke sebuah rumah yang biasa mereka jadikan sebagai tempat tongkrongan. Observasi dan wawancara dalam bentuk obrolan santai pun dimulai. Berikut ini rangkuman hasilnya, yang juga menjadi materi tertulis dalam pengerjaan sampul CD tersebut.
Vision: from Java to the World.
Mission: Giving a different taste to the musicaholics all around the worlds, especially young people, for easliy accepted the songs with cultural language as they easily accepted the songs composed in other foreign language.
Their thought: We have a thought that a culture cannot be easily accepted if we cannot follow the exist culture. Even the songs with cultural language will hardly accepted by all the music lovers if it is not arrange in a composition, which is proper with their taste.
Their believe: Bands with Western, Latin even China lyrics and composition can easily melt them down in a love song and move their body, so FunkdeJava sure, that we definitely able to make them enjoy the love songs and move on the beats on Javanese lyrics.

Gagasan yang Instan

Waktu release yang sudah sangat dekat tidak memberi kesempatan Niappa untuk berpikir barang beberapa hari. Malam itu juga Niappa mengusulkan sebuah gagasan agar FunkdeJava menonjolkan nuansa etnik dan tradisional Jawa.
Kostum. Nuansa etnik dan tradisional akan mudah ditangkap bila para personil mengenakan atribut tradisional pada kostum mereka. Tidak perlu seluruh tubuhnya dibalut pakaian tradisional dari atas hingga ke bawah, tetapi cukup asesorisnya saja seperti mengenakan sarung, ‘iket’ (ikat kepala tradisional), baju ‘sorjan’ dan sejenisnya. Rupanya hal ini justru dihindari oleh personil FunkdeJava. Khusus untuk kostum, FunkdeJava sudah sepakat tidak mengenakan busana Jawa, melainkan tetap seperti anak muda dan anak band kebanyakan dengan atributrockya. Biar lirik lagunya saja yang etnik dan tradisional, drikian tutur mereka Niappa menghargai keinginan dan kebebasan mereka untuk berekspresi dalam hal kostum, sehingga disarankan untuk menggunakan dress code tertentu yang sesuai dengan musik mereka. Dress Code hitam, putih, atau merah tidak masalah, yang penting dari dress code ini adalah menciptakan unity pada diri mereka dan tampilan sampul CD. Niappa menyarankan nuansa warna hitam atau putih, jangan warna lain.
Pengambilan gambar (photo) personil. Sisanya, desain sampul CD FunkdeJava hanya bisa mengandalkan sesi pemotretan dengan latar belakang sesuatu yang identik dengan tradisional umum. Rumah kampung, sawah, bambu, dan jembatan di jalan-jalan pedesaan adalah saran untuk latar belakang pemotretan. Rumah kampung merupakan rumah tradisional masyarakat Jawa. Sawah merupakan simbol matapencaharian rakyat Indonesia di daerah pedesaan, yang masyarakatnya masih kental dengan adat dan budaya asli daerahnya (Jawa). Bambu merupakan salah satu bahan alami yang sering dipakai untuk bahan bangunan dan segala macam peralatan. Sebelum ada tangga aluminium di supermarket, kita sangat akrab dengan tangga bambu yang dijual berkeliling. Di daerah pedesaan kita akan mendapati bahwa setiap rumah hampir semuanya memiliki bale-bale bambu baik untuk tidur maupun sekadar ngobrol dan minum kopi. Pohon bambu itu sendiri pun paling mudah ditemui di pedesaan. Memang desa masih identik dengan tradisional. Mudah-mudahan upaya ini berhasil mengangkat nuansa tradisional pada tampilan kemasan CD FunkdeJava.

Tiba Saatnya buat nDesain

Sampul depan menampilkan kelima personil FunkdeJava. Menimbang album ini adalah yang pertama, sehingga rasanya wajib untuk memperkenalkan wajah semua personilnya terlebih dahulu. Pertama kali yang dilakukan adalah memilih image hasil pemotretan yang tepat. Ada dua konsep dalam hal ini, pertama menampilkan semua personil secara terpisah dalam masing-masing frame, dan kedua menampilkan semua personil bersamaan. Dari evaluasi hasil pemotretan, hasilnya tidak mendukung untuk konsep yang pertama. Maka perhatian kini terpusat pada image-image yang menampilkan semu personil secara bersamaan. Terpilihlah satu image yang sesuai baik dari komposisi, posisi, dan ekspresi setiap personilnya. Memang perlu sedikit perbaikan pada source image-nya, sekedar mengatur brighnest dan contrast agar terlihat sedikit gelap dan ‘ngeRock’. Selanjutnya hanya bermain blending beberapa layer. Nuansa kuning kecoklatan berpadu dengan hijaunya bambu mewarnai olahan pada image untuk menghadirkan kesan tradisional dan sederhana, bukan glamour dan sangar.
Sampul depan bagian dalam mengekspos detail ruas bambu melalui close up image di bagian kanan. Sementara bagian kiri berisi uraian tentang siapa FunkdeJava. Pada bagian ini memang disengaja tidak menampilkan image personil FunkdeJava, melainkan giliran bambu yang mendpat porsi utama. Detail bambu beruas dengan tunas barunya menjadi pilihan sebagai gambar utama. Ada beberapa bagian permukaan bambu yang tertutup debu lembab sehingga semakin menambah tampilan detail bambu tersebut. Pada bagian kiri dimana teks diletakkan sengaja dibuat sedikit ‘blur’ untuk menimbulkan kontras pada teksnya disamping detail bambu di bagian kanannya.
Sampul belakang, masih menggunakan image image yang sama dengan sampul depan. Tetapi kali ini olahan image mengandalkan pengaturan filter halftone dari photoshop. Hasilnya, berupa sebuah sketsa yang mengutip pendapat Tommy, bassist FunkdeJava, mewakili anak muda. Sebenarnya ada alternatif tampilan untuk sampul belakang berupa rumpun bambu yang cukup lebat, sehingga bila alternatif ini dipilih maka tampilan kemasan CD Funkdejava akan ‘bambu’ sekali dan terkesan terlalu dewasa bahkan beresiko ‘tua’.
Label keping CD-nya menampilkan bambu-bambu yang saling bertumpuk dan bersilang seperti adanya bambu tumbuh. Hanya saja untuk menghindari tampilan yang gelap, image bambu ini hanya ditampilkan dalam bentuk setengah lingkaran. Setengah lingkaran sisanya ditutup warna putih.
Hijau bambu. Secara keseluruhan desain sampul CD FunkdeJava menampilkan nuansa warna hijau, mengadaptasi warna bambu.

Album pertama FunkdeJava yang bertajuk ‘from Java to the World’ tersebut akhirnya di release pada 30 November 2007 bertempat di Amsterdam Restaurant, Jl. Pahlawan Trip Malang. Selamat dan sukses buat FunkdeJava. Mereka adalah Juken (gitar), Tika (vokal), Tommy (bass) dan Wulan (drum). Tetap berkarya! Dan mudah-mudahan Niappa masih dipercaya untuk mengerjakan segala macam desain untuk FunkdeJava.🙂

Written by Asmaradi, A.W.

January 28, 2008 at 1:18 pm

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Duh, pokoknya desainnya niappa pasti number one, album FunkdeJava pasti jadi cepet laku tuh.. hahaha, terus berkarya ya bang….

    Black

    February 1, 2008 at 8:59 am

  2. @Black
    Nah, akhirnya mampir juga yang punya copyrightnya FunkdeJava. Mari kita berkarya bersama-sama, ngga peduli mau number one atau number sekian… sekian… Tapi mudah-mudahan karya-karya tersebut bisa berguna bagi orang lain. Karena kita hanyalah sebuah ‘alat’. Bener gitu ya Black🙂

    a. niappa

    February 1, 2008 at 2:17 pm

  3. Bosku yang selalu tersenyum bilang, persaingan sangat ketat kecuali di satu unsur. Unsur itu bernama Nilai Lokal. Orang luar sulit untuk bisa menang dari kita di unsur satu itu. Entahlah…. mungkin bosku benar, memang waktu itu aku gak menolak, tapi tidak untuk mengiyakan, alias aku cuman diam saja.
    Menurutku, mungkin iya mungkin tidak, tergantung seberapa kuatnya kita berusaha mempertahankan nilai lokal itu. Kalau setengah-setengah, aku rasa kekuatannya untuk bisa lolos dari kejaran orang luar pun hanya akan setengah-setengah.

    Just want to send my respect to everyone who willing sacrifice for the eternal national culture. Peace..

    Salam kenal bang Niappa, good work…

    diyandesign

    April 9, 2008 at 2:08 pm

  4. for FuNK DE Java only u are the bezt lah

    this is the way to show, that the javanese can be the best

    Kristian "Bob Little Bro"

    April 18, 2008 at 11:33 pm

  5. @diyandesign
    Wah, muncul juga akhirnya pak. Sebuah kehormatan. Sekadar informasi, beliau ini mantan atasan saya, jadi musti “hati-hati” reply commentnya.🙂

    “Orang luar sulit menang dari kita di unsur satu itu”. Menurut saya ada beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan pernyataan bos Anda itu.

    Pertama, orang luar sulit menang KARENA memang bukan hal yang mudah untuk menggali dan menampilkan nilai lokal. Hanya orang nekat yang melakukannya.

    Kedua, orang luar sulit menang KARENA persaingan di unsur lokal memang tidak ketat (seperti yang Anda tulis). Juara satu dari satu peserta. Apa bedanya dengan juara terakhir dari satu peserta. Sehingga apa bisa disebut sebagai “winner’ atau ‘losser”

    Tolong sampaikan pemikiran bodoh saya di atas ke Bos Anda. Kalau perlu di print, biar jelas. Hahaha…

    Untuk melengkapi, berikut saya copykan tentang hal yang mirip dari sebuah milist:
    Arsitek yang hanya menggeluti dunia dimana dia berada, menemukan kenikmatan terhadap hanya apa yang ia buat, tentang kelokalan dirinya dan LOKALITAS tempat yang ia cintai, menjauh dari hingar bingar dunia lain yang begitu didamba banyak orang, ia adalah seorang arsitek autis! menjadi autis, banyak yang tak mengharap.

    a. niappa

    May 9, 2008 at 2:14 pm

  6. Hehehehe… ya kalo kita mainin yang kita punya cuman di lokal aja, palagi di WC, lak ona** namane, kekekeke… Mungkin maksudnya bossku, kita mainin yang kita punya dengan usaha kuat untuk bisa dinikmati yang laen. Yah, kayak batik en kerajinan tangan yg dah cukup dikenal oleh dunia. Orang bule pan susah tuh, niru bikin meskipun mereka liat pangsa pasarnya cukup menjanjikan. Tapi mereka dah mulai nembak alam kita (ini kalo kita bicara soal seni)… Mereka nggali alam kita melalui photografi sbg barang dagangan yang cukup muahal dijual ke National Geographic, dsb. Nah, kalo jago2 photo kita nyadar itu termasuk penjarahan nilai lokal, musti mulai menggeliat tuh… Mosok kalah seh?

    Anyway, dimanapun aku posting comment, seringkali aku ngajak semua yg baca postingku untuk mulai sadar dokumentasi, terutama yang kaitannya dengan national heritage. Yah, g ada salahnya dong kita melakukan tindakan prefentif, jgn sampek kelak generasi penerus kita musti beli data lokal dari luar…

    I love Indonesia, very very very…

    diyandesign

    May 12, 2008 at 5:56 pm

  7. @Kristian “Bob Little Bro”
    Penggemar FundeJava juga yach?

    a. niappa

    June 2, 2008 at 2:05 pm

  8. @diyandesign
    Bicara tentang lokalitas, (dan mengingat sampeyan juga seorang perokok🙂 ), rasanya posting yang ini layak untuk disimak juga.

    a. niappa

    June 2, 2008 at 2:08 pm

  9. keren bos, pokoke geng ijo gitu. secara sekarang trend nya lagi ke back to nature, global warming gitu loh. jadi ya match dengan trend yang ada sekarang.

    sukse deh… hehehe…

    choilang

    August 6, 2008 at 6:58 pm

  10. Udah bubar euy….

    ira

    July 16, 2009 at 8:10 pm

  11. sayang banget aku konfirm dah bubar….padahal materinya ciamik….siiiiiiiiiiiippp.

    tyo'

    July 17, 2010 at 1:22 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: