niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Terkecoh Mimpi Anak Jadi Naga (review)

with 4 comments

Kesan Pertama
Saat melihat buku ini dipajang di ‘floor‘ sebuah toko buku, saya tertarik dengan siluet merahnya. Warna merah tersebut terlihat sangat kontras di atas warna putih dan hiasan hitam berupa judul buku dan nama penulis. Dimensi bukunya pun menarik. Perbandingan antara panjang, lebar dan ketebalan buku terasa ideal untuk kesan populer dan dinamis. Cukup mudah dibawa kemanapun dan terasa pas dengan anatomi tangan manusia. Dimensinya cocok bagi orang (eksekutif) muda yang dinamis, yang lebih suka mengisi waktu luangnya untuk membaca buku.

Melihat Lebih Dekat
Selanjutnya, dari dekat, saya baru tahu bahwa siluet merah tersebut adalah sebuah tulisan Cina di sisi kiri. Sementara di sisi kanan adalah ilustrasi seekor naga. Wow! Naganya keren… Nama penulis diletakkan di sudut kiri atas dengan warna hitam. Masiih dengan warna hitam, judul buku tersebut diletakkan di bagian bawah; Mimpi Anak jadi Naga. Kemudian disusul dengan sub judul berwarna abu-abu; Orangtua Mana yang Tidak Ingin Anaknya Sukses dan Bahagia.

Saatnya Mereview…
Secara keseluruhan komposisi elemen-elemen tersebut di atas sangat seimbang dan pas. Ada kesatuan (unity) antara ilustrasi, tipography, dan warna. Semuanya berusaha mewakili budaya dan etnis Cina.

Naga,
Dalam budaya Cina, Naga merupakan binatang yang populer karena kehebatan dan kekuatannya. Ilustrasi naga merah pada cover buku tersebut terlihat lebih dominan, baik dari ukuran maupun warnanya. Tetapi dominasi tersebut tidak sampai menenggelamkan elemen desain yang lainnya. Rupanya naga merah tersebut dipasang sebagai first visual attack.

Font Type,
Jenis huruf (font type) pada judul buku sepertinya berusaha mengadopsi tarikan-tarikan kuas/pena yang sering ditemui pada tulisan-tulisan Cina. Diawali dengan bagian yang tebal kemudian menggecil searah tarikan kuas. Tetapi gaya tulisan ini lebih mengingatkan saya pada Jepang. Mungkin karena tampak kaku dan tegas. Sementara menurut saya, tulisan Cina lebih luwes dan banyak tarikan yang melengkung. Bisa saja saya keliru tentang hal ini karena saya bukan seseorang yang paham betul budaya Jepang dan Cina. Paling tidak kesan itu yang saya tangkap dari tipografinya.
Oya…! Tulisan (kaligrafi) Cina berwarna merah di sisi kiri cover buku tersebut rasanya hanya sebatas penyelaras atau penyeimbang. Sekadar mengisi ruang kosong yang tercipta akibat penempatan judul dibawah dan ilustrasi naga di sisi kanan. Cara membaca, pengucapan, dan arti katanya hanya diketahui oleh beberapa orang saja, sehingga kehadirannya lebih terasa untuk memenuhi kebutuhan fungsi estetika saja.

dan Warna
Kalau kita sering mengamati ornamen maupun hiasan klasik Cina, atau bahkan perlengkapan upacara keagamaan budaya Cina, warna merah selalu dominan. Warna yang lain biasanya adalah warna kuning (yellow dan gold). Kadang ada beberapa yang berwarna hitam. Warna merah pada cover buku tersebut rasanya cukup menyampaikan pesan bahwa buku ini lebih didasari oleh budaya Cina.

Kesan Terakhir
All round, saya kurang begitu suka dengan kaligrafi Cina di sisi kiri buku. Saya sempat berimajinasi seandainya pada tempat yang sama diletakkan siluet abu-abu seorang bocah laki-laki dengan topi khas Cina (seperti yang sering ada dalam film-film klasik Cina, terutama film horor-komedinya).
Tetapi saya sangat terkesan dengan ilustrasi NAGA MERAH-nya.
Saya juga suka dengan clean style pada cover buku tersebut.

Saat Terkecoh
Dengan kesan akhir tersebut saya memutuskan untuk membeli buku ini. Dalam benak saya ada sebuah gambaran bahwa isinya pastilah bertutur tentang prinsip-prinsip dasar membimbing anak agar kelak menjadi pribadi yang tangguh. Apa yang terjadi? TERKECOH. Uraian di dalamnya kurang spesifik. Lebih berupa kumpulan nasehat ‘sebaiknya begini’ dan ‘jangan begitu’. Alur antar bab tidak terhubung dengan baik. Lepas satu dengan yang lainnya. Sehingga secara keseluruhan isi buku ini hanya memberikan ‘cara’, bukan prinsip dasar bagaimana membesarkan dan membimbing anak agar menjadi pribadi setangguh naga. Namun demikian sebagai sebuah pengetahuan buku ini tetap memberikan hal-hal baru berkaitan dengan parenting.[a.niappa]

Written by Asmaradi, A.W.

August 10, 2007 at 6:07 am

Posted in Buku, Desain

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bagus juga reviewnya…

    Fendi

    August 12, 2007 at 6:51 am

  2. @Fendi
    Saya hanya mereview tampilan luarnya saja Mas. Kalo me-review isi bukunya pasti Mas Fendi lebih bagus. Saya dah ngintip blognya sampeyan, dan buku-bukunya keren…

    Anto Niappa

    August 13, 2007 at 9:34 am

  3. nice. seneng bacanya.

    burhanshadiq

    October 5, 2007 at 9:09 am

  4. Mas Burhan,
    Hari Kamis lalu (4 Okt ’07), kebetulan sekali saya baru melihat penulis buku ini di layar kaca, duduk bersebelahan dgn Gede Prama sebagai penonton di sebuah acara yang membahas tentang Andrea Hirata. It’s a nice program for book lover…

    a. niappa

    October 8, 2007 at 9:47 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: