niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Desain, Oh Desain…

with 2 comments

Membuat sebuah logo tidaklah mudah, namun juga tidak susah. Yang diperlukan hanyalah pengertian akan esensi logo itu saja. Branding consultant dan klien harus bekerjasama melakukan riset internal-eksternal lebih dulu. (Nico A. Pranoto – Creative Director of Banana Inc., Concept Magazine Vol. 3 Edisi 17 2007, hlm:20)

Saat membaca kalimat di atas, saya merasa bahwa seharusnya kalimat ini dibaca juga oleh bos-bos dan owner-owner perusahaan yang memesan dan membeli sebuah karya desain dan atau bahkan mempekerjakan seorang desainer dalam perusahaannya. Iya loch, supaya tidak terjebak oleh ‘sulapan’ tools-tools software grafis. Memang sich, kalimat di atas disampaikan dalam konteks pembuatan sebuah logo, tetapi logo juga salah satu dari karya intelektual desain. Lagipula kalimat tersebut rasanya juga berlaku untuk desain secara umum bukan hanya logo.

Mendesain memang tidak mudah karena seorang desainer harus mengerti esensi sebuah desain. Untuk mengerti esensi sebuah desain, seorang desainer harus melakukan riset terlebih dahulu berkaitan dengan desain yang akan dibuatnya. Hasil dari riset ini nantinya akan menjelma menjadi konsep desain. Dari konsep desain seorang desainer kemudian mewujudkannya dalam rupa sketsa grafis. Dari satu buah konsep desain bisa saja muncul beberapa alternatif bentuk desain. Hati-hati dengan alternatif desain, karena beberapa desainer dan klien sering terjebak dengan varian desain. Menurut saya alternatif dan varian adalah dua hal yang berbeda. Dari beberapa sketsa alternatif kemudian mengerucut menjadi dua atau tiga alternatif desain. Setelah melalui proses proofing kepada klien akan muncul satu alternatif desain yang selanjutnya masuk dalam proses finishing.

Proses riset yang kemudian melahirkan konsep tersebut yang membuat sebuah desain menjadi tidak mudah. Konsep dalam desain sangat diperlukan karena konsep merupakan dasar dari pencarian ide desain. Alur dari konsep menuju ide tidak cukup hanya sekali. Sering terjadi alur balik (recheck) dari ide ke konsep, kemudian kembali lagi dari konsep ke ide demikian seterusnya hingga ditemukan sebuah ide yang benar-benar pas dengan konsep desainnya.

Nah, sekarang tidak susahnya mendesain. Saat ini mewujudkan sebuah karya desain memang tidak susah karena banyak software grafis yang bisa membantu proses penciptaannya. Klik sana sini, kemudian WOW desainnya keren! Di sini penguasaan software grafis memegang peranan penting. Tapi anak muda sekarang mudah dan cepat belajar kok. Didukung juga dengan jurusan grafis maupun lembaga pendidikan yang banyak di kota-kota besar. Paling tidak cuman perlu waktu satu semester dua software grafis sudah selesai dipelajari. Selanjutnya, “Sini biar gw buatin desainnya”.

Begitulah. Tidak susah karena software kan bisa dipelajari oleh siapa pun. Tetapi desain juga tidak mudah karena riset, konsep dan ide memerlukan pengalaman dan kematangan. Paradigma ini yang jarang diperhatikan oleh kebanyakan klien di Indonesia. Seorang mantan supervisor yang kini menjadi teman pernah bertanya, “Who is the man behind the gun? Is he a man with strategy or just a shooter?”

Written by Asmaradi, A.W.

August 2, 2007 at 6:03 am

Posted in Desain

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. perusahaan korea tempat papabonbon berkiprah dulu bayar 5 juta USD buat logo yg baru :p lambangnya mirip orang picek ..😀

    papabonbon

    August 3, 2007 at 9:52 am

  2. Komen di atas justru membawa inspirasi untuk membuat posting tentang harga desain

    Anto Niappa

    August 22, 2007 at 2:20 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: