niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Catatan Kaki Suatu Tahap Perjalanan

with 2 comments

Dalam halaman ‘about’ blog ini, ada sedikit latar belakang tentang apa dan bagaimana blog ini berawal. Disinggung tentang sebuah ‘tempurung’ yang menghalangi jarak pandang, tentang langkah-langkah yang membentuk sebuah perjalanan, dan tentang niappa sebagai sebuah catatan perjalanan tersebut.

Sebuah kebetulan terjadi beberapa hari yang lalu, saat saya harus membenahi rak buku yang berantakkan karena ‘pangeran kecilku’ mengambil beberapa sekadar untuk dijatuhkan. Di antara buku-buku tersebut terselip sebuah edisi Matabaca September Tahun 2003. Wow, sudah empat tahun yang lalu. Tak tahan hati untuk membuka halaman demi halaman. Sampai kemudian sebuah halaman dengan background color merah menarik perhatian saya untuk membacanya.

Judul artikel di halaman itu adalah GLOBAL, ditulis oleh Gunawan Budi Susilo. Sesuai dengan judulnya artikel tersebut bercerita tentang isu globalisasi beberapa tahun lalu yang saat artikel tersebut ditulis (2003) telah menjadi kenyataan. Terasa atau tidak, sadar atau tidak, kita telah ada di dalam era globalisasi tersebut. Boleh percaya boleh tidak, satu hal yang mengejutkan bagi saya dari artikel tersebut adalah himbauan Gunawan Budi Susilo di akhir artikel yang intinya hampir sama dengan apa yang ada dalam halaman ‘about’ blog ini. Termasuk juga dengan sistilah dalam artikelnya yang juga saya pakai sebagai kategori blog, yang kemudian saya pilih menjadi judul tulisan kali ini.

OOPPSS! Berlebihankah? Bagi saya yang lebih penting adalah satu bukti bahwa saya telah TERLAMBAT. Saya telah KETINGGALAN, karena kalo tidak, seharusnya saya sudah menuliskan halaman ‘about’ empat tahun yang lalu.

Berikut ini saya petikkan beberapa paragraf terakhir dalam artikel tersebut.

Perjalanan memang masih panjang. Apakah berhasil atau tidak, adakah dengan membusung dada atau compang-camping, bisa jadi bahkan dengan koyak-moyak dan luluh-lantak. Bisa jadi kita belum beranjak ke mana-mana atau bahkan telah salah jalan. Bisa jadi pula, bukan kita yang salah. Jalan inilah yang keliru.

… Tak peduli kita memilih atau tidak, ikut atau menolak, yang jelas dunia telah terlanjur menjadi apa yang sekarang kita hadapi ini. Inilah globalisasi itu. Inilah keseragaman yang menjanjikan itu. Inilah keseragaman yang mencemaskan itu.

Bagaimana tidak mencemaskan. Sementara kini dunia tanpa kecuali telah dikuasai oleh globalisasi, kita bahkan belum mengenal diri kita sendiri. Kita masih terbata membaca lingkungan kita sendiri. Kita bahkan belum lagi bisa membaca, tersurat ataupun tersirat. Barangkali memang suatu kejamakan karena sibuk dengan persoalan ekonomi dan politik yang ruwet, kita tak sempat lagi belajar, tak sempat lagi mengajar, tak sempat lagi berkarya. Tak ada waktu untuk membaca, tak ada waktu untuk menulis. Tak ada waktu untuk melihat sekeliling dan menyapa orang di sekitar kita.

Sungguh, kita butuh lebih banyak lagi karya dan kerja. Kita butuh lebih banyak lagi kritik. Kita butuh lebih banyak lagi refleksi. Lebih dari itu, kita butuh lebih banyak lagi pembaca dan komunikasi yang luas, bukan hanya di antara penulis, para penerbit, para kritikus sendiri. Kita harus beranjak dari tempurung masing-masing. Sudah terlalu lama kita bergunjing di antara kita-kita sendiri. Dan sungguh, kita tidak layak bercakap tentang isu-isu global karena bahkan kita tidak pernah berbincang dengan pembaca yang ada di sekitar kita. Ya, mereka yang selama ini kita abaikan dan sekaligus kita maki sebagai “masyarakat yang rabun membaca dan lumpuh menulis” itu.

Sekali lagi terima kasih Matabaca. Terima kasih juga Mas Gunawan Budi Susilo. Mudah-mudahan bermanfaat juga bagi yang lain.

Written by Asmaradi, A.W.

July 24, 2007 at 9:03 am

Posted in Catatan Kaki

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bang Anto,

    Emang sih udah telat kalo kita ‘baru’ aja membahas soal globalisasi sekarang. Tapi buat aku, the important thing is to find a way to ride along the stream aja, then make a different. itu aja. Susah sih emang ‘being different’, tapi orang udah mulai berlomba dengan hal kecil di sekitar mereka.

    I’ll share you one, starting from My Own thinking first. Mengubah cara pandang yang di ‘doktrin’kan oleh orang tua-ku dulu. Sekolah yang tinggi, harus dapet nilai bagus, lulus kuliah, dan jadi “BABU”-nya orang lain dengan pendapatan yang besar. Itu JaDul. Sekarang lulus kuliah aja ngabisin duit berapa, eh nganggur ato mentok-mentoknya cari kerja apa-adanya.

    Ekstrim-nya aku mulai berpikir untuk “memberhentikan” anak-ku dari sekolah dan membekali mereka dengan skill untuk masa depan. Apa aja yang berguna. Kalo butuh pengakuan dari ‘Dunia Pendidikan’ kan ada ujian persamaan. Tapi yang penting adalah mengarahkan anak-ku untuk bisa jadi bos dari perusahaan sendiri.

    Berat? Pastilah!! Tapi GOD knows we’ll try the best for the life. Udah dilakukan? Belum!! Karena masih bingung gimana caranya. Hehehehe …

    What about you? Have you, at least, thinking of something different than just riding the flow?

    Andrew Firstiant

    July 27, 2007 at 5:32 pm

  2. @ Pak Andre
    Kalo thinking or doing something different kayaknya belum. Tapi kalo sekadar supaya berbeda yah once in a while riding the flow, I am trying to look around. Side seeing. Dan ternyata wuiii… banyak hal yang barangkali bisa dilakukan daripada sekadar ngikutin arus. Contoh yang paling gampang ya ini…, akhirnya ngeblog aja. Alih-alih mencari celah untuk menggeliat supaya ‘mesin’ kreatifnya tetep ready.
    *Aku kok jadi inget proyeknya instan noodle dulu hwahaha…*

    Anto Niappa

    August 2, 2007 at 8:31 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: