niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Pediksi Dunia Buku di Masa Depan

leave a comment »

Buku merupakan sebuah media yang tidak bisa lepas dari sebuah proses pembelajaran. Bagi sebagian orang buku merupakan sebuah nutrisi. Bagi sebagian yang lain buku masih sebatas kewajiban. Menarik apabila kita mengamati perkembangan buku. Maklum saat ini masyarakat kita dicatat sebagai masyarakat dengan minat baca yang kurang optimal. Perkembangan dunia perbukuan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh para penulis, penerbit, percetakan, dan industri-industri terkait. Paling tidak agar bisa melakukan persiapan-persiapan matang untuk menyikapi perkembangan yang terjadi.

Berikut kutipan artikel dari MATABACA. Semoga bermanfaat.

Berbicara tentang prospek penerbitan 25 tahun ke depan, tentu saja sangat riskan. Faktor utama yang membuat risiko tersebut bukan perkembangan buku an sich, tetapi perkembangan di bidang lain yang sangat memengaruhi perkembangan buku itu sendiri. Bidang lain yang dimaksud adalah perkembangan di dalam dunia komputer digital yang mengubah seluruh konsep orang tentang buku. Buku menjadi paperless. Buku tanpa kertas sesuatu yang hampir tidak terbayangkan sebelumnya. Buku tidak lagi terikat pada kertas. Dengan latar belakang seperti itu, pada masa depan buku tidak lagi terikat pada pasar tradisional.

Apa artinya perkembangan ini untuk masalah perbukuan. Buku akan menciptakan suatu masyarakat dunia (world community), di mana setiap orang, setiap penerbit, setiap bangsa, akan menyumbangkan buku referensi digital untuk menjadi kekayaan umat manusia dan demi kepentingan kemanusiaan.

Diduga hampir tidak banyak manfaat lagi masuk ke dalam bisnis penerbitan buku-buku referensi. Ini sama sekali tidak berarti bahwa tidak ada manfaatnya upaya dalam bidang ini. Namun, kalau penerbitan jenis ini dikerjakan semuanya dengan pikiran bahwa akan go online. Ini berlaku untuk kategori buku seperti berikut.

  1. Ensiklopedia dan semua jenis leksikon.
  2. Kamus-kamus
  3. Buku-buku suci agama apapun
  4. Karya-karya sastra klasik dunia
  5. Semua jenis buku petunjuk atau yang disebut sebagai vademecum, handbooks, textbooks, dan sejenisnya.

Sekarang baru bagaimana dunia penerbitan menjawab tantangan itu? Apakah buku akan mati? Bukan itu soalnya. Buku tidak akan mati. Yang menjadi soal adalah buku atau penerbitan buku akan muncul dalam suatu kategori sangat selektif. Yang diterbitkan dalam bentuk tradisional hanya buku-buku kreatif, seperti novel-novel kelas satu, traktat-traktat kelas satu,buku-buku hasil penelitian kelas satu yang membuka wawasan ke depan dan yang memerlukan masa membaca yang lebih lama.

Disarikan dari artikel Daniel Dhakidae dengan judul Masa depan Buku dan Dunia Perbukuan dalam majalah MATABACA vol.5/no.7/Maret 2007. Daniel Dhakidae adalah Anggota Dewan Pakar Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Informasi yang berkaitan:
Mengunduh Buku di Jalur Maya

Written by Asmaradi, A.W.

July 9, 2007 at 6:30 am

Posted in Buku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: