niappa

Bersiap mengarungi langit ketidakterbatasan (agar hidup tetap bergairah)

Antara Karier dan Keluarga

leave a comment »

Sebuah diskusi bertemakan ‘keluarga’ dalam mailist arsitektur ITS Surabaya telah mengingatkan saya pada sebuah buku yang tidak sempat terbaca seluruhnya. Buku yang saya maksud berjudul 8 Langkah Strategis Mendaki Karier Puncak. Ditulis oleh Dr. Djokosantoso Moeljono, penulis bestseller Beyond Leadership.

Buku ini memang diterbitkan sudah cukup lama, tahun 2004, tetapi sampai kapan pun rasanya masih relevan. Apa yang menarik dalam buku ini berkaitan dengan keluarga? Berikut ini beberapa petikan yang saya ambil dari buku tersebut. Semoga bermanfaat.

Bab 2 Tantangan-tantangan Pendakian Hari ini

… seorang individu eksekutif adalah pemimpin dari lembaganya, sekaligus suami atau istri dari pasangannya, sekaligus ayah atau ibu bagi anak-anaknya, dan anak dari orang tuanya, sekaligus pula saudara dari saudara-saudaranya. Ia pun menjadi anggota yang terhormat dari lingkungan tempat ia tinggal.

Posisi di dalam dimensi yang berbeda pada saat yang sama ini menuntut seseorang untuk bersikap secara tepat. Dia harus berkembang, namun harus menjaga agar tetap dalam keseimbangan pada dimensi yang dialaminya. Dia harus mampu untuk berkembang tanpa harus mengorbankan keluarganya.

… Sering kali, tantangan kerja membuat keluarga menjadi terlantar. Ada banyak contoh para eksekutif puncak yang berhasil, namun keluarganya tidak bahagia.

… tidaklah perlu mendikotomikan kedua hal tersebut, karena kenyataan membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan seiring asalkan kita mampu menempatkan diri secara seimbang dan tepat.

Bab 11 Langkah Kedelapan: Keseimbangan Karier dan Keluarga

Alam berjalan dengan hukum-hukum keseimbangan. Terjadilah suatu sistem yang mengagumkan dan menakjubkan, di mana miliaran benda langit, termasuk bumi yang kecil, dalam suatu sistem makro kosmos, tidak akan bertabrakan dengan benda langit lain jika belum waktunya. Manusia adalah mikro kosmos, yang dalam kesehariannya bertemu dengan mikro kosmos yang lainnya. Secara fitrah, manusia membentuk kelompok yang paling kecil, yang disebut KELUARGA. Jadi, keluarga adalah stasiun Mikro Kosmos tadi. Dengan demikian, pada dasarnya keluarga adalah “stasiun” dari sekumpulan mikro kosmos, yang menjadi pangkalan untuk beribadah, beristirahat, menemukan inspirasi-inspirasi baru, mengisi “baterai” dalam tingkat keseimbangan antar anggota.

Seorang pemimpin yang berhasil adalah juga pemimpin yang berhasil di dalam keluarganya. Oleh karena itu, langkah kedelapan dalam menjadi pemimpin yang perlu dipahami oleh para pendaki adalah perlunya mengembangkan keseimbangan karier dan keluarga. … Masalahnya, BAGAIMANA CARANYA? Filosofi dasarnya adalah KEHORMATAN. Siapa pun Anda, di dalam kelompok keluarga tersebut, wajib hukumnya untuk menghormati diri sendiri dan orang lain (istri, anak, orang tua, mertua, dan leluhur), serta lembaga.

informasi yang berkaitan:
Bedah Buku SmartFM: 8 Langkah Strategis Mendaki Karir Puncak

Written by Asmaradi, A.W.

July 4, 2007 at 5:39 am

Posted in Buku, Catatan Kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: