Posts Tagged ‘cover buku’
Cover Buku Juga Ikut Menjual?

Rancangan cover jurnal internist yang rencananya digunakan oleh salah satu rumah sakit di Malang, JaTim. Sayangnya, karena kesibukkan dokter penulisnya jurnal ini belum sempat terbit.
Dalam konteks seseorang memutuskan membeli buku, barangkali tidak berlaku lagi idiom Don’t judge the book by its cover. Begitukah?
The first impression means everything! Demikianlah kurang lebih pesan yang ingin disampaikan oleh cover buku sebagai sebuah kemasan (packaging). Tampilan luar akan memberikan kesan pertama yang ikut menentukan penilaian dan keputusan selanjutnya.
“Ibarat wajah, tampilan luar packaging harus memiliki kekuatan untuk membujuk. Dan, packaging bisa dianggap sebagai silence sales person, karena merupakan faktor terakhir dari sebuah produk yang bisa memengaruhi keputusan seseorang, apakah ia akan membeli produk tersebut atau tidak,” demikian papar Mendiola B. Wiryawan* dalam Concept Volume 03 Edisi 18 2007.
“Packaging juga merupakan sarana untuk beriklan dan mengiklankan dirinya. Ada kandungan informasi atau pesan di bungkus produk, yang diharapkan mampu memancing atau membujuk yang melihat agar tertarik dengan produk/isi di dalamnya,” tambah Didit Widiatmoko* juga dalam Concept Volume 03 Edisi 18 2007.
Sebuah kemasan adalah bagian dari produk yang diam-diam mampu memancing, membujuk, dan memengaruhi seseorang untuk membeli. Dengan demikian, peranan cover buku Read the rest of this entry »
Desain Buku Hukum Pidana HaKI

Sesaat setelah membaca judul bukunya entah bagaimana saya tertarik untuk membuat desain cover buku tersebut. Ada percik-percik ide yang terlintas dalam pikiran saya. Tidak ingin percikan itu hilang, segera saya menuliskan beberapa catatan dalam buku kecil saya.
Selama ini hukum identik dengan ‘hitam’ dan ‘putih’. Para penegak hukum dituntut untuk bisa bersikap tegas di setiap keputusannya, apalagi di jaman reformasi seperti sekarang ini. Penegak hukum yang ‘abu-abu’ (baca: ragu-ragu) sudah pasti akan menjadi bahan cemooh masyarakat. Tidak bisa disangkal bahwa hukum memang selalu berjalan seiring dengan ‘kegelapan’. Oleh sebab itu dalam desain, warna hitam seolah menjadi warna wajib dalam bidang hukum. Pada desain hukum dengan tema-tema tertentu yang lebih populer, warna merah bisa menjadi alternatif untuk memberikan kesan ‘berani’ atau bahkan ‘tragis.
Pada desain buku Hukum Pidana Hak atas Kekayaan Intelektual saya mecoba menawarkan suasana yang berbeda, yang jauh dari kesan gelap dan misterius. Tampil dengan konsep ‘clean design’, cover buku ini menawarkan kesan populer, bersih, dan elegan yang pas dengan isyu intelektual sebagai tema bahasan dalam buku ini. Tampilan luar buku dengan bakground warna putih saya akui memang berbeda dengan kebanyakan buku-buku hukum yang sudah ada. Hal ini bisa menjadi alasan bagi beberapa orang untuk menolak desain buku ini, terutama bagi yang terlanjur sepakat dengan pernyataan bahwa hukum adalah hitam. Untuk menjembatani hal tersebut, saya menggunakan warna merah yang rasanya bisa diterima baik oleh ‘hitam’ dan ‘putih’.
Selain pemilihan warna, beberapa elemen desain lain yang membuat buku ini tampil lebih populer dan elegan adalah pemilihan dan komposisi baik tipografi maupun ilustrasi yang tidak terlalu banyak menggunakan efek-efek komputer. Berikut ini uraian singkat tentang elemen-elemen desain tersebut.
HaKI (merah), menjadi kelebihan tampilan buku karena berpotensi menjadi ‘daya tarik pertama’ saat berada di etalase. Didukung dgn ukuran yg dominan dan warna merah yang mencolok. Manusia dgn Kepala Lampu, merupakan simbol ‘intelektualitas’ yang menjadi tema substansial dari buku ini. Ilustrasi ini pun akan menarik perhatian konsumen untuk melihat lebih lama karena ‘kepala lampunya’. Tindak Pidana (hitam), dengan warnanya yang hitam kompoenen ini berfungsi sbg penyeimbang antara background yang terang dan merah HaKI yg mencolok, shg cover tidak menjadi ‘pucat’. Keseimbangan juga dimunculkan melalui ukuran font Tindak Pidana’ yg lebih kecil drpd HaKI. Hak atas Kekayaan Intelektual (abu-abu), ditulis sedikit lebih kecil dengan warna abu-abu agar tidak mencolok dan menjadi ‘ramai’ yang beresiko mengaburkan tujuan untuk menciptakan kesan bersih dan elegan. Punggung Buku (Merah Bata), dengan warna yang berbeda sekali dengan warna front cover, bertujuan agar front cover lebih terekspos. Warna merah yg lebih gelap dipilih dgn pertimbangan; bidang hukum dan lebih berkarakter drpd kuning atau hijau misalnya, serta menyesuaikan dgn HakI merah di depan. Background Back Cover (Merah Bata), meneruskan warna merah bata pada punggung buku hingga ke belakang, sehingga akan menjadi ‘kejutan’ saat konsumen membalikkan buku dari depan ke belakang karena mendapatkan ‘sesuatu’ yg berbeda.
Demikianlah, setiap elemen desain berkomposisi untuk menghadirkan sebuah keindahan (aesthetic) dan menciptakan sebuah kesan (impression). Bagaimana keindahan dan kesan yang Anda rasakan? Sungguh menyenangkan bila kita bisa berbagi melalui saran dan kritik yang mencerahkan.